Ribuan Hektar Areal Persawahan di Gresik Gagal Panen

GRESIK, Potretbangsa.com – Ribuan hektar areal persawahan di lima kecamatan di kabupaten Gresik mengalami gagal panen akibat berulang kali terendam banjir. meluapnya sungai lamong. Para petani korban banjir, harus menanggung rugi hingga mencapai ratusan juta rupiah karena tanaman padi dan jagungnya yang rata-rata telah berumur 30 hari rusak terendam banjir.

Seperti ratusan hektar areal persawahan di desa cermen lerek, kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. Kondisi genangan banjir yang hingga kini masih menggenangi areal persawahan, membuat petani di daerah pelosok ini, harus menanggung derita, lantaran mereka tidak akan menikmati hasil panen.

“Sebagian petani terpaksa membiarkan tanaman padinya yang terlanjur rusak, sambil menunggu datangnya musim kemarau,” Ucap Supaji, Petani setempat.

sebagian petani, lanjutnya, terpaksa memanen dini tanaman jagungnya yang sudah berumur dua bulan agar kerugiannya tidak semakin membengkak.

Banjir luapan kali Lamong yang terus berulang di wilayah Gresik Selatan ini, menyebabkan petani harus menanggung rugi hingga mencapai ratusan juta rupiah. Selain menanggung rugi, para petani juga terancam melewatkan masa tanam musim berikutnya, lantaran tidak memiliki biaya cukup untuk pembelian bibit, pengadaan pupuk, tenaga kerja, dan tenaga membajak sawah.

Agus Joko Waluyo, Kepala Dinas Pertanian, mengatakan, sekitar 2.700 hektar lahan pertanian padi, jagung, dan polowijo di lima Kecamatan di Kabupaten Gresik terendam banjir dan mengalami  gagal panen.

“Kami masih terus melakukan pendataan areal pertanian yang terdampak banjir, sehingga pada saat memberikan bantuan kepada korban banjir, dapat dilakukan secara tepat,” katanya saat dikonfirmasi melalui telephon.

Dari catatan Potretbangsa.com, Banjir luapan kali Lamong di Kabupaten Gresik merendam ribuan rumah warga, sedikitnya melanda lima wilayah kecamatan, yakni wilayah Kecamatan Benjeng, Balungpanggang, Cerme, Menganti, dan wilayah Kecamatan Kedamean.

Meski musibah banjir luapan Kali Lamong ini tiap tahun terus terjadi dan menimbulkan kerugian bagi ribuan warga, pihak Pemerintah Kabupaten Gresik terkesan tidak serius menanggulangi problem ini. Pemkab Gresik selalu berdalih, bahwa persoalan Kali Lamong adalah kewenangan pihak Pemerintah Provinsi Jatim. (Bim)

Leave a Comment