Masyarakat Lamongan Tolak ISIS

ISIS LamonganPotretbangsa.com – Puluhan tokoh masyarakat dan santri di Kabupaten Lamongan Jawa Timur, bersepakat menolak gerakan ISIS dan segala bentuk radikalisme agama. Penolakan dilakukan setelah salah satu warga lamongan diketahui menjadi pelaku bom bunuh diri di Irak pada Februari silam, dan terlibat gerakan ISIS yang dinilai membahayakan dan meresahkan.

Bertempat di pondok pesantren Roudlotul Muta’alibbidin, Desa Payaman, Solokuro, Lamongan, puluhan tokoh masyarakat dari Ormas NU dan Muhammadiyah, serta  para santri  bersepakat menolak faham dan gerakan State In Iraq And Syiria,  ISIS, yang dinilai membahayakan dan meresahkan.

Penolakan terhadap gerakan ISIS dan segala bentuk radikalisme agama dilakukan, lantaran Wildan Mukhollad Bin Lasmin,  salah satu warga desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Lamongan, diketahui telah bergabung dengan gerakan ISIS, dan menjadi pelaku bom bunuh diri di Irak pada februari silam.

“selain menolak gerakan ISIS, kami juga menggelar kajian mengenai pemahaman jihad dan bahayanya gerakan radikalisme agama,” ucap Kyai Haji Birul Alim, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Muta’alibbidin, Solokuro Lamongan.

Dikatakannya, penolakan warga tersebut juga di dukung ormas islam terbesar di negeri ini. Yakni  NU dan Muhammadiyah. “Kami bersepakat membentengi masyarakat sejak dini dari paham paham radikal, seperti ISIS. sehingga tidak melenceng dari ajaran agama,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, pelaku bom bunuh diri di Irak yang menewaskan 70 korban pada Februari silam,  ternyata seorang remaja yang  berasal dari Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, wilayah yang sama dengan daerah asal trio bom Bali, Ali Amrozi, Ali Ghufron, Alias Muchlas, Dan Ali Imron. (sol/yat)

Leave a Comment