Filter Pemberih Air Keruh Bebas Bakteri Karya Siswa SMA

larutan anti bakteri siswa smaGRESIK, Potretbangsa.com – Kesulitan memperoleh air bersih yang rutin menimpa warga di musim kemarau menginspirasi siswa sma di gresik membuat filter pembersih air keruh bebas bakteri dengan memanfaatkan getah tumbuhan kaktus. Selain murah dan sederhana filter penjernih karya siswa sma menghasilkan air yang lebih berkualitas sehingga warga dapat memanfaatkanya untuk memenuhi kebutuhan masak, minum, mandi, dan mencuci pakaian.

Mandi mencuci dan mencari air di sungai Bengawan menjadi aktivitas keseharian sebagian warga di sepanjang bantaran sungai bengawan, di musim kemarau diantaranya warga di wilayah kecamatan Dukun dan kecamatan Bunga kabupaten Gresik.

Selain belum dilintasi saluran air bersih dari PDAM, juga menyebabkan keringnya sumber mata air sumur yang menjadi satu-satunya sumber air bersih bagi warga di bantaran sungai bengawan gresik.

Kondisi kesulitan air bersih di musim kemarau akhirnya menginspirasi siswa sma hidayatus salam di desa lowayu kecamatan dukun kabupaten gresik dan berhasil membuat filter penjernih air keruh dengan memanfaatkan getah tumbuhan kaktus.

selain murah dan sederhana filter karya siswa di bantaran sungai bengawan gresik, juga menghasilkan air yang cukup bersih, dan sehat, sehingga warga dapat memanfaatkanya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, diantaranya memasak, mandi, dan mencuci pakaian.

Khoyum Qomariyah, siswa pencetus ide pembuatan filter penjernih air keruh, mengatakan, tumbuhan kaktus mengandung mucilage, yang dapat membunuh bakteri, sehingga filter mampu menghasilkan air yang tidak hanya bersih, tetapi juga bebas bakteri.

“filter penjernih air diharapkan dapat membantu warga di bantaran sungai bengawan sehingga warga dapat memenuhi kebutuhan air bersih yang murah, efisien dan meminimalisir serangan penyakit,” ujar Qoyum khomariyah siswa kelas XII

Proses pembuatan filter penjernih air keruh, juga cujkup sederhana, yakni dengan merebus hingga mendidih daun kaktus, yang telah dipotong kecil- kecil, sehingga menghasilkan cairan kental dan lengket, seperti lem.

cairan getah daun kaktus, kemudian dicampur air keruh dari sungai bengawan, kemudian dimasukkan ke dalam filter, terbuat dari botol bekas air minum dalam kemasan, untuk proses penjernihan.

Tohari, guru pembimbing mengatakan proses akhir penjernihan menggunakan filter berisi pasir kerikil, kapas, dan arang, sehingga menghasilkan air yang berkualitas, bersih dan bebas bakteri.

“Pihak sekolah berencana membuat filter dengan ukuran lebih besar, untuk memberikan inspirasi dan contoh sederhana, bagi warga di bantaran sungai bengawan, agar mereka tidak perlu repot mencari air bersih,” kata Tohari yang akrab disapa pak To. (Bima)

Leave a Comment